Minggu, 04 Januari 2015

Coretan KeempatPuluhDelapan

Mengapa Kau menyerah ?
Padahal aku belum menyerah.
Aku terlihat begitu menyedikan,saat aku tak tau siapa diri Ini. Besok Dan seterusnya bahkalan tetap jadi misteri.

Kau begitu hangat sehingga Ku tak pernah bisa membedakanmu dengan bunga matahari. Senyummu tak Ada disiapa pun. Kau juga punya mata yg indah.

Apakah aku masih bisa bersamamu ? Walaupun hanya sebatas teman baik ? Rasanya sangat jauh untuk mendekatimu meskipun Kita masih sering bertemu. Meskipun tidak,aku akan tetap menggingatmu,Menggingat senyummu Dan menggingat saat Kita bersama.

Kau seperti bunga matahari Dan aku seperti biji bunga matahari. Kita berasal di dunia yg sama tapi jelas Kita berbeda,Kau lebih Dulu berkembang dengan baik,sedangkan aku masih Butuh pupuk untuk menjadi sepertimu. Yah,Karna aku Pria.

Kini "JANJI SI BIJI BUNGA MATAHARI" tak akan sama Lagi. Jika Dulu ia berjanji akan selalu Ada untukmu. kini ia berjanji akan selalu rela melihatmu bahagia dengan yg lain..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar