Teringat dengan sebuah mimpi,aku sedang memelukmu dengan erat,seakan aku tak rela jika suatu saat kau pergi. Aku memelukmu sambil berjalan,seperti sepasang pengantin baru yang masih hangat-hangatnya,sehingga waktu seakan berhenti berdetak.
Kita masih terus berjalan,berjalan menyelusuri sebuah gang kecil, sampai akhirnya kita tiba disebuah rumah,disana ada beberapa wanita tua tapi tak bisa dibilang terlalu tua sih. Mereka membicarakan kita yang begitu saling menyayangi. Sampai akhirnya mimpi itu lenyap karna sebuah kedipan mata.
Emm....
Entah itu benar-benar aku atau bukan. Jika itu memang aku,kenapa aku begitu manja padamu dan mengapa aku begitu egois,seakan kau adalah miliku seutuhnya dan tak ada satu pun yang dapat mengentikanku untuk memelukmu. Namun jika itu bukan diriku mengapa aku masih bisa merasakan jelas kain baju yang kau kenakan,bahkan sesaat aku terbangun dari mimpi itu dan sampai sekarang pun detik detik saat aku menulis diblog ini,aku masih bisa merasakan bagaimana rasanya kain baju yang kau kenakan. Tidak logis memang atau aneh malahan, tapi itu bener-benar terjadi padaku dan itu karnaMU...
Rabu, 27 November 2013
Selasa, 26 November 2013
Coretan ketigapuluhsatu
Kau mungkin sekejab mengangap dirimu bener. Sedangkan disini kau terlihat seperti seorang tentara yg tertembak saat akan menembak.
Itu bukanlah sebuah amarah,bukan pula sebuah perlindungan diri. Tapi itu tentang kehidupan yg akan hancur karna ditabrak ribuan kali oleh ombak pantai yg mengamuk.
Ya,mungkin itu adalah aksi pembelaan bagimu,tapi tidaklah kau fikir,setelah itu terjadi mungkin langit akan menghujanimu hingga basah lalu membiarkanmu berjalan digang yg sempit.
Kembali lah dan cuci otak mu hingga bersih lalu berdandanlah dan nikmatilah dunia seperti kau meminum secangkir coklat panas dimusim dingin.
Itu bukanlah sebuah amarah,bukan pula sebuah perlindungan diri. Tapi itu tentang kehidupan yg akan hancur karna ditabrak ribuan kali oleh ombak pantai yg mengamuk.
Ya,mungkin itu adalah aksi pembelaan bagimu,tapi tidaklah kau fikir,setelah itu terjadi mungkin langit akan menghujanimu hingga basah lalu membiarkanmu berjalan digang yg sempit.
Kembali lah dan cuci otak mu hingga bersih lalu berdandanlah dan nikmatilah dunia seperti kau meminum secangkir coklat panas dimusim dingin.
Rabu, 20 November 2013
Coretan ketigapuluh
Disaat dunia tak mauu lagii berbicara tentang kehidupan. Manusia hanya mampu diam,befikir,lalu pergi. Sedangkan kehidupan membutuhkan kapastian,kepastian untuk menghembuskan deburan angin secara perlahan.
Dan disaat dunia ingin kembali berbicara tentang hari esok. Manusia hanya mampu diam,berfikir,lalu pergi. Sedangkan dunia memerlukan pendengar yg aktif. Aktif seperti sebuah bom yg akan meledakan dirinya.
Kejam memang,tapi itu lah sebuah kenyataan pahit tentang dunia yg serasa akan hancur ditabrak oleh ribuan meteor-meteor besar.
Dan disaat dunia ingin kembali berbicara tentang hari esok. Manusia hanya mampu diam,berfikir,lalu pergi. Sedangkan dunia memerlukan pendengar yg aktif. Aktif seperti sebuah bom yg akan meledakan dirinya.
Kejam memang,tapi itu lah sebuah kenyataan pahit tentang dunia yg serasa akan hancur ditabrak oleh ribuan meteor-meteor besar.
Langganan:
Postingan (Atom)