Miss A,aku tak tahu banyak tentang dirinya. Sejak awal bertemu aku hanya menggangapnya sebagai temen,teman yg dekat. Kita sering bercanda,sering menguatkan dan terkadang tertawa bersama sampai akhirnya dia mengungkapkan perasaannya kepadaku,kukira itu adalah Lelucon terbaiknya yg ia berikan kepadaku. Hingga akhirnya aku menyadari bahwa itu bukanlah sekedar Lelucun. Itu benar isi hatinya. Yah,tp itu terlambat karna aku sudah membalas leluconnya itu dengan lelucon yg lebih extrem. Yah.. Kalian benar,menolaknya secara halus. Itu terjadi sudah cukup lama,mungkin sudah 3/4 tahun yg lalu.
Kini ia tumbuh menjadi wanita yang cantik,baik dan pintar. Walaupun tetap saja nama panggilan yg aku berikan tetap aja jelek 😀.
Yah,walaupun rasanya sekarang mungkin sudah sangat berbeda tapi aku selalu bersyukur sudah pernah ada di hati wanita cantik,Miss A.